Antioksidan Buah Mengkudu Komposisi Kimia dan Kandungan Nutrisi Buah Mengkudu


Tanaman mengkudu merupakan tumbuhan perdu yang tergolong ke dalam suku kopi-kopian atau rubiaceae yang berasal dari tahiti dan hawai. Tanaman mengkudu ini telah banyak di manfaatkan sebagai tanaman obat. Terdapat 80 spesies tanaman yang termasuk kedalam genus morinda. Hanya sekitar 20 spesies morinda yang mempunyai nilai ekonomis antara lain , morinda bracteata, morinda officinalis, morinda fructus, morinda tinctoria, dan morinda citrifolia adalah jenis yang paling populer, sehingga sering di sebut sebagai Queen of The Morinda.

Mengkudu di klasifikasikan menjadi kingdom plantae (tumbuhan), subkingdom tracheobionta (tumbuhan berpembuluh), super divivi spermatophyta (menghasilkan biji), divisi magnoliophyta (tumbuhan berbunga), kelas magnoliopsida (berkeping dua atau dikotil), subkelas asteridae, ordo rubiales, famili rubiaceae (suku kopi-kopian), genus morinda dan spesies Morinda citrifolia L.


Buah mengkudu berwarna putih kekuningan, berair, memiliki panjang 5-10 cm, dengan diameter 3-4 cm, lunak, dan berbau busuk ketika buahnya matang. Bau itu timbul karena pencampuran antara asam kaprik dan asam kaproat atau senyawaan lipid atau lemak yang gugusan molkulnya mudah menguap, menjadi bersifat seperti minyak atsiri yang berbau tengik dan asam kaprilat yang rasanya tidak enak di dugan kedua senyawa ini bersifat aktif sebagai antibiotik.


  • Komposisi Kimia dan Kandungan Nutrisi Buah Mengkudu

Dilihat dari komposisi kimianya buah mengkudu mengandung komponen serat makanan (dietary fiber) yang cukup tinggi yaitu 3 gram per 100 gram buah yang dapat di makan sehingga berpotensi untuk di proses menjadi produk olahan berserat tinggi. Komposisi kimia buah mengkudu dalam 100 gram bagian yang dapat di makan yaitu :

Komposisi Kimia Buah Mengkudu


Kandungan nutrisi yang terdapat dalam buah mengkudu sangat beragam diantaranya adalah kalori, vitamin A, vitamin C, niasin, tiamin, riboflavin, besi, kalsium, natrium, kalium, protein, lemak, dan karbohidrat. Beberapa jenis senyawa fitokimia dalam buah mengkudu adalah terpen, acubin, lasperuloside, alizarin, zat-zat antrakuinon, asam askorbat, asam kaproat, asam kaprilat, zat-zat skopoletin, damnakantal, dan alkaloid.

Tepenoid dalam senyawa hidrokarbon isomerik terdapat pada minyak atau lemak esensial. Zat ini membantu tumbuh dalam proses sintesis organik dan pemulihan sel-sel tubuh. Senyawa skopoletin (hidrok-metoksi-kumarin) sangat efektif sebagai unsur antiradang dan anti alergi. Skopoletin juga dapat menghambat aktivitas E.coli, skopoletin pada mengkudu adalah sejenis fitonutrien yang dapat mengikat serotonin yaitu zat kimiawi penting di dalam tubuh manusia.

Kekurangan serotin dalam tubuh dapat mengakibatkan migrain, pusing, depresi, dan penyakit alzheimer. Gejala klasik penyakit demensia alzheimer adalah kehilangan memori (daya ingat) yang terjadi secara bertahap termasuk kesulitan menemukan atau menyebutkan kata yang tepat tidak mampu mengenali objek, lupa cara menggunakan benda biasa dan sederhana, seperti pensil, lupa mematikan kompor, menutup jendela atau menutup pintu, suasana hati dan kepribadian yang berubah, agitasi, masalah dengan daya ingat, dan membuat keputusan yang buruk dapat menimbulkan prilaku yang tidak biasa.

Skopoletin berfungsi memperlebar saluran pembuluh daarah yang mengalami penyempitan dan melancarkan peredaran darah sehingga jantung tidak perlu bekerja terlalu keras untuk memompa darah. Skopoletin yang terdapat pada buah mengkudu dapat berinteraksi sinergis dengan nutraceutical (makanan yang berfungi untuk pengobatan) lain untuk mengatur tekanan darah tinggi menjadi normal, tetapi tidak menurunkan tekanan darah yang sudah normal.

Senyawa turunan antakuinon dalam mengkudu antaralain adalah morindin, morindon dan alizarin sedangkan alkaloidnya antaralain xeronin dan proxeroin (prekursor xeronin). Xeronin merupakan alkaloid yang di butuhkan tubuh manusia untuk mengaktifkan enzim serta mengatur dan membentuk struktur protein. Buah mengkudu hanya mengandung sedikit xeronine, tapi banyak mengandung bahan pembentuk (prekursor) xeronine, yaitu proxeronine dalam jumlah besar.

Proxeronine adalah konstituen alkaloid yang tidak mengandung gula, asam amino, atau asam nukleat. Kadar xeronine didalam tubuh kita akan mengikat jika kita mengkonsumsi proxeronine. Proxeronine akan di ubah menjadi xeronine di dalam usus oleh enzim proxeronase dan zat-zat lain. Selanjutnya xeronine di serap sel-sel tubuh untuk mengaktifkan protein-protein yang tidak aktif, mengatur struktur dan bentuk sel yang aktif.



buah mengkudu

  • Komponen Bioaktif Mengkudu

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh beberapa peneliti, mengkudu memiliki banyak manfaat yang tidak dimiliki oleh jenis buah-buahan lainnya, diantaranya adalah aktivitas antibakteri, aktivitas antioksidan, serta mengurangi resiko tumor dan kanker, selain itu mengkudu juga dapat mengurangi resiko diabetes mellitus.

  • Aktivitas Anti Bakteri

Berbagai penelitian telah membuktikan adanya aktivitas antibakteri dari mengkudu. Acubin, lasperuloside dan alizarin serta komponen antrakuinon lainya terbukti mempunyai aktivitas antibakteri. Komponen-komponen bioaktif tersebut dapat menghambat berbagai bakteri seperti P. aeruginosa, Proteus morgaii, Staphylococus aureus, Bacillus subtilis, E. coli, Salmonella dan Shigella. Salah satu penelitian yang membuktikan bahwa mengkudu memiliki aktivitas antibakteri adalah penelitian yang dilakukan oleh puspitasari 2013.

Bedasarkan penelitian puspitasari dkk , perasan buah mengkudu matang (Morinda citrifolia) mempunyai daya antibakteri bakteriostatik dan bakterisidal terhadap bakteri Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) secara in vitro. Bedasarkan penelitian sekamin tinggi konsentrasi perasan buah mengkudu matang yang di berikan makan pertumbuha bakteri MRSA akan semakin rendah.

Penelitian lain yang terkait dengan aktivitas antibakteri mengkudu adalah penelitian yang dilakukan oleh dewi 2010. Hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa ekstrak etanol buah mengkudu (Morinda citrifolia L.) mempunyai aktivitas penghambatan pada uji zona hambat menunjukan aktivitas cenderung lebih aktif terhadap bakteri gram posiftif dari pada gram negatif. Selain itu berdasarkan penelitian tesebut diketahui bahwa ekstrak etanol mengkudu hanya bersifat bakteriostatik (menghambat pertumbuhan bakteri).
Kandungan Nutrisi Dalam 100 Gram Buah Mengkudu

Senyawa antrakuinon, alizarin dan acubin yang terdapat dalam buah mengkudu merupakan golongan dari terpenoid dan turunan dari senyawa fenol. Senyawa fenol yang terdapat pada buah mengkudu berkisar antara 5,94-36,52 gram per 100 gram bahan kering, Golongan fenol mampu merusak membran sel, menginaktifkan enzim dan mendenaturasi protein pada bakteri sehingga dinding sel bakteri akan mengalami kerusakan karena terjadinya penurunan permeabilitas yang memungkinkan terganggunya tranport ion-ion organik penting yang akan masuk ke sel bakteri. Hal ini akan mengakibatkan petumbuhan sel terhambat dan sel akan mengalami kematian, oleh karena itu fenol berperan sebagai senyawa antibakteri.


  • Antioksidan

Mengkudu merupakan tamana obat yang memiliki aktivitas antioksidan yang bisa melindungi individu dari radikal bebas dan peroksidasi lipid. Jus mengkudu yang di uji secara in vitro menunjukan inhibisi peroksidasi lipid dan radikal anion superoksida yang bersifat tergantung dosis. Aktivitas mengurangi radikal anion superoksida dari jus mengkudu di bandingkan dengan tiga macam antioksidan yang telah di kenal, yaitu vitamin C, bubuk biji anggur, dan piknogenol, sesuai dosis yang di rekomendasikan. Berdasarkan penelitian tersebut aktivitas merendam radikal aniosuperoksida dari jus mengkudu adalah 2,8 kali vitamin C, 1,4 kali piknogenol, dan 1,1 kali bubuk biji annggur. 

Aktivitas antioksidan mengkudu bisa juga merupakan kontribusi dari flavonoid yang di kandungnya. Flavonoid berfungsi sebagai penangkap anion superoksida dan radikal hidroksi. Falvonoid juga mendonorkan atom hidrogen ke radikal peroksi membentuk radikal flavonoid yang mudah bereaksi dengan radikal bebas sehingga reaksi radikal rantai berhenti. Salah satu pengujian yang dapat digunakan dalam penentuan aktivitas antioksidan adalah metode DPPH (1,1-Dyphenil-2-picryhydrazyl). Metode DPPH di pilih karena memiliki beberapa kelebihan antara lain sederhana, mudah, cepat, peka, serta memerlukan sedikit sampel.

Parameter yang digunakan untuk mengetahui aktivitas antioksidan adalah IC50 yang didefinisikan sebagai konsentrasi senyawa antioksidan yang menyebabkan hilangnya 50% aktivitas DPPH. Larutan DPPH yang awalnya berwarna ungu setelah bereaksi dengan antioksidan alami akan membentuk warna kuning. Semakin tinggi kandungan antioksidan maka warna ungu pada larutan DPPH akan semakin berkurang dan membentuk warna kuning.


  • Mengurangi Resiko Tumor dan Kanker

Empat ilmuan jepang berhasil menemukan zat anti kanker (damnachantal) dalam buah mengkudu. Zat itu di temukan ketika mereka sedang mencari zat-zat yang dapat merangsang pertumbuhan struktur normal di dalam sel-sel abnormal (sel prakanker) pada 500 jenis ekstrak tumbuhan. Ternyata zat anti kanker pada buah mengkudu paling efektif melawan sel-sel abnormal. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 1994 menyebutkan mengenai aktivitas antikanker dari mengkudu terhadap sel kanker paru-paru. Sekelompok peneliti dari universitas hawaii menggunakan tikus percobaan untuk menguji sifat fungsional buah mengkudu melawan Lewis lung carcinoma yang di transfer ke jaringan paru-paru secara buatan. Tikus yang tidak di beri perlakuan mati dalam 9-12 hari, sedangkan dengan pemberian jus mengkudu setiap hari secara konsisten memperpanjang umur tikus hingga hampir setengah dari tikus-tikus tersebut hidup lebih dari 50 hari. Jadi kesimpulan dari penelitian tersebut adalah bahwa komponen kimia dari jus mengkudu bertindak secara tidak langsung dengan meningkatkan kemampuan sistem imun untuk menghadapi keganasan tumor melalui peningkatan sel makrofag dan aktivitas imfosit.



  • Mengurangi Resiko Diabetes Mellitus

Diabetes mellitus adalah penyakit metabolik yang di tandai dengan terjadinya hiperglikemi yang di sebabkan oleh gangguan sekresi insulin dan atau kerja insulin sehingga terjadi abnormalitas metabolisme karbohiddrat, lemak dan protein. Secara garis besar, komplikasi diabetes mellitus di bagi dua yaitu komplikasi metabolik dan komplikasi vaskular jangka panjang. Komplikasi metabolik yang paling sering di temui adalah pada DM tipe 1 yaitu ketoasidosis diabetik (DKA) yang ditandai dengan adanya hiperglikemi (gula darah > 300 mg/dl). Komplikasi vaskular jangka panjang melibatkan pembuluh-pembuluh darah kecil (mikroangiopati) diantaranya retinopati diabetik, nefropati diabetik, neuropati diabetik, dan komplikasi pembuluh darah sedang maupun besar (makroangiopati) antara lain aterosklerosis, gangguan pada ekstrimitas dan stroke akibat diabetes.

Beberapa penelitian melaporkan bahwa Morinda citrifolia L. yang di kenal dengan mengkudu banyak digunakan oleh masyarakat sebagai bahan obat alami. Ekstrak etanol Morinda citrifolia L. mengandung flavonid yang berfungsi sebagai antioksidan yang mampu menahan laju absorbsi gula darah dari saluran cerna menuju pembuluh darah sehingga mempu menahan laju peningkatan kadar glukosa darah. Dengan mencegah peningkatan kadar glukosa darah karena diharapkan dapat mencegah peningkatan rasikal bebas.

Menurut penelitian kadar etanol dalam mengkudu efektif untuk menurunkan kadar gula darah, kadar gula darah pada tikus DM yang diberi perlakuan ekstrak etanol morinda citrifolia L.dosis 10,20,40,80 mg/dl terbukti lebih rendah yaitu 408,81 mg/dl dari pada sebelum diberi perlakuan ekstrak etanol Morinda citrifolia L. yaitu 553,04 mg/dl.