Biskuit Sandwich

biskuit sandwich

Menurut manley 2001, biskuit sandwich termasuk kedalam klasifikasi berdasarkan biskuit yang mengalami secondary processing atau pengolahan kedua. Pengolahan kedua tersebut adalah dengan penambahan lapisan krim dan penyusunan biskuit menjadi suatu kesatuan. Hasil yang di dapatkan adalah biskuit lapis yang menyerupai roti sandwich dengan isian krim di tengahnya.

Penampang biskuit sandwich terdiri dari dua keping biskuit yang identik sama serta berfungsi sebagai 'cangkang'. Biskuit pertama berperan sebagai alas sedangkan biskuit kedua sebagai tutup. Penampang biskuit memiliki bentuk yang bervariasi ada yang polos tanpa lubang dan ada biskuit yang memiliki lubang di tengahnya sehingga bagian isi krim dapat terlihat.

biskuit sandwich
Teknik Pengisian Krim Dengan Cetakan, Manley 2001
Jenis biskuit yang digunakan pada biskuit sandwich ini umumnya merupakan biskuit keras. Biskuit keras adalah jenis biskuit yang dibuat dari adonan keras (kandungan protein tinggi), berbentuk pipih, bila dipatahkan penampang potongannya bertekstur padat dan dapat berkadar lemak tinggi atau rendah, Manley 2001.

Komponen penting lainnya dalam biskuit sandwich ini yaitu adanya krim pengisi. Krim pengisi pada biskuit sandwich umumnya terbuat dari bahan utama tepung gula, shortening, dan susu. Umumnya berat krim mencapai 30% dari biskuit sandwich keseluruhan. Metode dalam pengisian krim yang bisa dilakuan oleh industri terdiri dari dua teknik yaitu menggunakan cetakan dan penyemprotan.

Metode cetakan dilakukan dengan menyeseuaikan krim yang akan di isi dengan ukuran biskuit bagian alas kemudian setelah nozzle terdapat pisau untuk  memotong krim yang dapat di atur sehingga ketinggian krim dapat di sesuaikan dengan banyaknya kebutuhan. Bagian ujung nozzle cetakan krim memiliki suhu yang lebih tinggi dari krim untuk mencegah kelengketan krim pada nozzle.

Karakteristik krim yang di cetak dengan metode ini harus bersifat semi solid atau berbentuk fluida tetapi cukup kaku untuk di bentuk. Pemasangan biskuit bagian tutup di lakukan secara manual, metode semprot menyerupai prinsip ekstrusi dimana adonan krim di alirkan menuju nozzle dengan tekanan dalam mesin cetakan.

Banyak krim yang di keluarkan diatur dengan menggunakan tekanan dan di potong menggunakan pisau. Karakteristik krim yang di cetak dengan metode ini harus bersifat mudah mengalir tetapi cukup padat dan tidak tumpah ketika ditambah biskuit bagian tutup, manley 2001. Rangkaian pengisian krim dengan teknik ekstrusi dilakukan dengan menggunakan wide conveyor.

ekstrusi
Teknik Pengisian Krim Dengan Ekstrusi, Manley 2001

Penyusunan biskuit sandwich dilakukan berurutan dengan sabuk berjalan dan berhenti di setiap stasiun pengisian di mulai dari biskuit bagian tutup, pengisian krim, pemasangan biskuit bagian tutup,dan terakhir proses penekanan pada bagian tutup krim. 

0 comments:

Post a Comment